Sabtu, 11 Juli 2015

RENUNGAN PAGI

Janganlah kamu takut! (Mat 10,28)

Sabtu, 11 Juli 2015
Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas

Kej. 49:29-32; 50:15-24; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33

Janganlah kamu takut! (Mat 10,28)

Ketika beberapa waktu lalu, saya bersama dengan beberapa teman imam KAS mensyukuri rahmat tahbisan imamat kami, salah satu hal yang muncul di antara kami adalah adanya rasa takut. Takut akan adanya berbagai macam godaan dan bahaya yang mengancam kesetiaan kami pada panggilan imamat. Imamat adalah anugerah yang suci dan mulia tetapi kami terima dalam bejana tanah liat (menurut istilah St. Paulus). Apalagi, seperti dalam Injil kemarin, Yesus mengatakan bahwa kami ini diutus bagaikan domba di tengah serigala. Namun, sekaligus kami juga menyadari adanya satu hal penting yang menjadi kekuatan untuk mengalahkan rasa takut dan menimba kekuatan dalam kerapuhan, yaitu "ngumpul" (berkumpul): baik ngumpul dengan Tuhan dalam doa maupun ngumpul dengan sesama teman imam untuk saling bercerita, saling meneguhkan, saling mengoreksi, atau sekedar bersenda gurau dan saling mengejek. Hari ini, Yesus pun memberi peneguhan, "Janganlah kami takut!" (sampai 2x). Meskipun tempat di mana kita diutus memang penuh dengan bahaya dan risiko, namun kita tidak perlu takut. Satu-satunya yang layak kita takuti hanyalah Tuhan, itupun bukan takut dalam arti negatif, tetapi dalam arti positif, yang dalam bahasa Jawa diungkapkan secara tepat: "wedi asih" atau "ajrih asih" (Maaf, saya tidak tahu bahasa Indonesianya yang tepat). Dengan sikap wedi asih itu, maka kita akan senantiasa ngumpul dengan Tuhan dalam doa-doa kita.
 
Doa: Tuhan, berilah kami iman yang mengalahkan rasa rakut terhadap berbagai macam risiko asal kehendak-Mu terlaksana dalam diri kami. Amin. -agawpr-
http://renunganpagi.blogspot.com/

Jumat, 10 Juli 2015

JOGGING WITH LIESBETH FROM BELGIUM, TOMORROW AFTERNOON AT 04.00 PM

Hi, my friends dont forget we will jogging with Liesbeth from Belgium, tomorrow afternoon at 04.00 PM on the street, start from branch of the street radio station near Museum until to the top of hill and then straight to the Golkar street and to Laverna.

Please use the jogging pants, shirt and shoes,  prepared your money for buy snack and drink after we reach the top of the Hill.
Photo take from Liesbeth's Fb.

Thanks for your attention..:)
CU_tomorrow..:)

MY BIG EVENT





#‎Sekarang‬ kini tiba saatnya giliranProdi Bahasa Inggris, tak lama kemudian saya serahkan kartu panggilan dan disebutkan nama saya, dengan hati penuh syukur saya menerima ijazah dari Dekan dan menerima hikmat dari rektor untuk lebih menggunakan otak kanan secara produktif yang di lambangkan dengan pemindahan tali topi toga dari kiri ke sebelah kanan. Thanks Lord..:O)

RENUNGAN PAGI

Renungan Harian, Jumat 10 Juli 2015

By Filemon S. Hulu, S.Pd.

"Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala; sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" (Mat 10,16)
Jumat, 10 Juli 2015


Hari Biasa Pekan XIV


Kej. 46:1-7,28-30; Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mat. 10:16-23
"Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala; sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" (Mat 10,16)

Suatu saat, saya pernah menolak untuk dihubungi oleh seseorang yang setiap hari mengirim sms atau email yang sebenarnya tidak perlu sekaligus memintanya untuk tidak menghubungi saya lagi. Apalagi, saat saya harus belajar secara khusus untuk ujian. Sungguh sangat mengganggu. Namun, orang tersebut mengatakan, "Bukankah Tuhan datang untuk orang berdosa supaya bertobat, ... sebagai seorang gembala, rm. bukan hanya siap mendampingi domba2 yang baik, yang nakal juga ..." Ya benar! Tuhan datang untuk orang berdosa. Tujuannya supaya bertobat. Kalau orang tersebut tetap bebal dan tidak mau bertobat Yesus pun marah, mengecam dan bahkan mengeluarkan sabda celaka seperti yang Ia tujukan kepada penduduk Kirazim dan Betzaida, juga kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Ketika mereka bermaksud jahat dan mencelakainya, Yesus juga memilih pergi, menghindar dan menyingkir. Demikian juga, seorang imam memang diutus untuk menggembalakan kawanan domba Tuhan, dan dari sekian banyak domba itu mungkin ada juga yang nakal. Mereka pun harus digembalakan dan diajak untuk bertobat. Tapi kalau tetap saja nakal, bahkan menakali dan mengganggu si gembala, ya sebaiknya dihindari kan? Bukankah gembala harus dilindungi dan bisa melindungi diri dari orang-orang yang bernaksud jahat? Saya rasa, gangguan dan kenakalan-kenakalan dari satu dua domba ini merupakan salah satu bentuk konkret kata-kata Yesus ini: "Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala". Oleh karena itu, dibutuhkan kecerdikan seperti ular dan ketulusan seperti merpati. Untuk kata "cerdik", dalam bahasa Yunani, istilah yang dipakai adalah φρόνιμοι, yang arti lebih tepatnya adalah bijaksana, hati-hati, penuh pertimbangan (Igr: wise, sensible, thoughtful). Dalam konteks ini, Yesus menggunakan kebijaksanaan ular, apa maksud-Nya? Seekor ular, ketika tidak dapat melarikan diri dari jebakan musuhnya, ia sekurang-kurangnya akan mempertahankan agar kepalanya bebas dari bahaya dan kesakitan, kendati anggota tubuh lainnya harus terluka dan menderita. Bagi kita, "kepala" itu adalah Kristus, yang juga berarti iman kepada-Nya dan panggilan suci dari-Nya, sehingga harus dilindungi, dipertahankan dan dijauhkan dari segala bahaya yang mengancam.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat kebijaksanaan dalam berelasi dengan orang lain, terlebih terhadap mereka yang kadang berusaha menjebak dan membahayakan hidup kami, iman kami dan panggilan kami. Amin. -agawpr- http://renunganpagi.blogspot.com/

Kamis, 09 Juli 2015

HAPPY BIRTHDAY TO PASTOR JOHANNES M. HAMMERLLE, OFMCAP

Liebe Pastor Johannes M. Hammerlle, OFMCap.


Happy Birthday Pastor 74th Years Old
09 Juli 2015 - 09 Juli1941 = 74
I wish Pastor the very best and that your dream for Nias Island come true and that the world will always offer Pastor New dreams, experiencies, and paths. Never stop believing in you.
Thank you for the precious support to me special in my study..:)

With Love FILEMON S. HULU, S.Pd.






Rabu, 08 Juli 2015

PETUALANGAN HARI INI #NISUT

FILEMON SOALISOKHI HULU, S.Pd.
FOTO DI DEPAN GEREJA BNKP HILIMAJIAYA 08 JULI 2015




Ini Foto pada saat mengantar surat undangan di sekolah dasar di Nias Utara tepatnya di BNKP JEMAAT HILIMAJIAYA, diambil oleh IDAMAN HAREFA, SE. Terimakasih Pak Idaman Harefa, SE.

Pagi Pukul 09.00 WIB berangkat menuju Kabupaten Nias Utara mengantar surat undangan pelatihan Budaya Nias yang di tujukan kepada Sekolah Dasar kelas lima, enam dan dua orang pendamping Guru, dalam rangka penyambutan HUT RI ke-70 dan HUT MUSEUM PUSAKA NIAS ke-20. Undangan ini terbatas untuk delapan Sekolah Dasar khusus di Nias Utara.

Terimakasih Tuhan Buat hari ini program terlaksana dengan lancar..:)

Jumat, 26 September 2014

SBY Kecewa dengan Keputusan bahwa Pilkada lewat DPRD

Editor: Filemon Soalisokhi Hulu

Jumat, 26 September 2014 | 09:23 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa dengan hasil pemungutan suara DPR tentang Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah. Hasilnya, mekanisme pemilihan kepala daerah berubah menjadi lewat DPRD.
Kekecewaan itu diungkapkan SBY saat menyampaikan keterangan pers di Washington DC, Kamis malam waktu setempat atau Jumat (26/9/2014) pagi waktu Jakarta, seperti dikutip Antara.
"Saya kecewa dengan hasil proses politik yang ada di DPR RI, meskipun saya menghormati proses itu sebagai seorang demokrat, sekali lagi saya kecewa dengan proses dan hasil yang ada," kata SBY.
Ia mengaku kecewa karena usul Partai Demokrat di DPR, untuk membuka opsi pemilihan langsung dengan 10 syarat agar tidak ada ekses negatif dalam pelaksanaan Pilkada langsung, ditolak oleh fraksi-fraksi lain di DPR. (Baca: Demokrat "Keukeuh" 10 Syaratnya Masuk dalam Draf RUU Pilkada)
Sidang paripurna pengesahan RUU Pilkada menjadi UU pada Kamis hingga Jumat dini hari berlangsung alot hingga harus diputuskan melalui voting. Hasil akhirnya, sebanyak 135 anggota yang hadir memilih agar pilkada tetap secara langsung.
Adapun 226 orang mendukung mekanisme agar pilkada diselenggarakan oleh DPRD. Fraksi Partai Demokrat, yang semula mendukung agar pilkada langsung oleh rakyat dan disertai syarat, memilih walkout ketika syaratnya sudah disetujui oleh Fraksi PDI-P, Fraksi PKB dan Fraksi Hanura. (Baca: "Sejak Awal Demokrat Ingin Cuci Tangan soal RUU Pilkada")
Sebelumnya, SBY sempat mengaku mendukung mekanisme pilkada langsung. Dalam wawancara yang diunggah ke YouTube, SBY menilai sistem tersebut cocok dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia. (Baca: SBY Pilih Pertahankan Pilkada Langsung oleh Rakyat)
"Ini juga segaris dengan sistem presidensial, presiden dipilih secara langsung. Berbeda dengan sistem parlementer, pemimpin, apakah perdana menteri atau jabatan yang setara, dipilih oleh parlemen karena rakyat memilih parlemen," papar SBY.
Atas alasan itu, SBY ingin sistem yang telah berjalan sejak era reformasi tersebut dapat terus dijalankan. Ia pun mengingatkan perlunya menjaga sistem yang lahir dari alam demokrasi tersebut.
"Kalau kita kembali pada pilihan kita, buah dari reformasi yang kita jalankan selama ini, tentunya pilihan kepala daerah langsung itu mesti kita jaga dan pertahankan sebagaimana pula pemilihan presiden secara langsung," ujar SBY.