Rabu, 15 Juli 2015

SITUS MEGALITH TETEGEWO



HISTORY OF TETEGEWO’S MEGALITH SITE
Situs Megalith Tetegewo terletak di desa Tetegewo , Kecamatan Sidua Ori kabupaten Nias selatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Amazarohuku Telaumbanua sebagai narasumber pada saat kami berkunjung 18 Mei 2015 mengatakan Situs Megalith ini didirikan sekitar 500 tahun yang lalu dengan latar belakang ingin mendirikan kampung karena bertanding dengan saudaranya laki-laki sulung yang sudah mendirikan kampung dan melakukan pesta adat besar di Lahusa Idano Tae. Dengan tujuan dia ingin melakukan pesta adat besar dengan membangun satu kampung, mendirikan batu-batu megalith kemudian melakukan pesta adat besar dengan menyembelih banyak babi dan pada saat itu dia diberi gelar SOMBANO ANA’A (Bangsawan yang cucian tangannnya adalah emas).
Sekitar 100 tahun yang lalu kampung tersebut ditinggalkan oleh para penduduk dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan dan membuat penduduk resah dengan kekosongan air. Maka pada saat itu pula penduduk di kampung itu terpencar mencari tempat tinggal di daratan yang lebih rendah untuk menemukan air, sekarang berada di tepi jalan 600 meter dari situs .
Demikian sekilas sejarah tentang situ Megalith Tetegewo, semoga bermanfaat.

MENUJU SITUS MEGALITH TETEGEWO
I.H.S. GROUP menuju situs tetegewo, ingin menyaksikan peninggalan leluhur Pulau Nias yang sangat luar biasa (ukiran batu megalith Gowe dan behu)

PELATARAN SITUS MEGALITH TETEGEWO
Pelataran situs megalith Tetegewo terlihat agak bersih karena masih ada rasa gotong royong terhadap pemilik situs megalith tetegewo yang biasanya di lakukan setiap bulan.

PEMANDANGAN TERLIHAT DARI ATAS SITUS MEGALITH TETEGEWO
Foto ini saya ambil sendiri dengan kamera digital, apabila cuaca bagus dan kemarau terlihat  beberapa gunung menjulang tinggi disebelah kiri-kanan.

FOTO TENGKORAK
Tengkorak ini terdapat dibawah Gowe dan kelihatannya sudah sangat tua, terbukti tengkorak ini sudah rapuh dan berlumut.

FOTO PARA I.H.S GROUP 1
Foto ini saya ambil sendiri dengan kamera digital, ini pada saat saya memandu I.H.S Group berkunjung ke Situs Megalith tetegewo.
Pada saat ini kami ditemani oleh Bapak Ama Zarohuku tel.

FOTO PARA I.H.S GROUP 2
Foto ini saya ambil sendiri dengan kamera digital, ini pada saat saya memandu I.H.S Group berkunjung ke Situs Megalith tetegewo.
Pada saat ini kami ditemani oleh Bapak Ama Zarohuku tel.

FOTO PARA I.H.S GROUP 3
Foto ini saya ambil sendiri dengan kamera digital, ini pada saat saya memandu I.H.S Group berkunjung ke Situs Megalith tetegewo.
Pada saat ini kami ditemani oleh Bapak Ama Zarohuku tel.

FOTO BERSAMA
Saya (Filemon Soalisokhi Hulu, S.Pd., Ibu Ketrin, Ibu Valeri.

FOTO I.H.S GROUP 5
Ibu valerie, sebagai ketua Tour I.H.S Group

FOTO I.H.S GROUP 6
I.H.S GROUP sedang menyaksikan keagungan megalit tetegewo


FOTO PADA SAAT PULANG
Foto pada saat pulang setelah mengunjungi situs megalit tetegewo yang ditemani oleh Bapak Ama Zarohuku telaumbanua tampak dari bbelakang.

SEMOGA BERMANFAAT INDONESIA!
TERIMAKASIH!
SAOHAGOLO!
THANK YOU! 
By; Filemon Soalisokhi Hulu, S.Pd

Sabtu, 11 Juli 2015

RENUNGAN PAGI

Janganlah kamu takut! (Mat 10,28)

Sabtu, 11 Juli 2015
Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas

Kej. 49:29-32; 50:15-24; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33

Janganlah kamu takut! (Mat 10,28)

Ketika beberapa waktu lalu, saya bersama dengan beberapa teman imam KAS mensyukuri rahmat tahbisan imamat kami, salah satu hal yang muncul di antara kami adalah adanya rasa takut. Takut akan adanya berbagai macam godaan dan bahaya yang mengancam kesetiaan kami pada panggilan imamat. Imamat adalah anugerah yang suci dan mulia tetapi kami terima dalam bejana tanah liat (menurut istilah St. Paulus). Apalagi, seperti dalam Injil kemarin, Yesus mengatakan bahwa kami ini diutus bagaikan domba di tengah serigala. Namun, sekaligus kami juga menyadari adanya satu hal penting yang menjadi kekuatan untuk mengalahkan rasa takut dan menimba kekuatan dalam kerapuhan, yaitu "ngumpul" (berkumpul): baik ngumpul dengan Tuhan dalam doa maupun ngumpul dengan sesama teman imam untuk saling bercerita, saling meneguhkan, saling mengoreksi, atau sekedar bersenda gurau dan saling mengejek. Hari ini, Yesus pun memberi peneguhan, "Janganlah kami takut!" (sampai 2x). Meskipun tempat di mana kita diutus memang penuh dengan bahaya dan risiko, namun kita tidak perlu takut. Satu-satunya yang layak kita takuti hanyalah Tuhan, itupun bukan takut dalam arti negatif, tetapi dalam arti positif, yang dalam bahasa Jawa diungkapkan secara tepat: "wedi asih" atau "ajrih asih" (Maaf, saya tidak tahu bahasa Indonesianya yang tepat). Dengan sikap wedi asih itu, maka kita akan senantiasa ngumpul dengan Tuhan dalam doa-doa kita.
 
Doa: Tuhan, berilah kami iman yang mengalahkan rasa rakut terhadap berbagai macam risiko asal kehendak-Mu terlaksana dalam diri kami. Amin. -agawpr-
http://renunganpagi.blogspot.com/

Jumat, 10 Juli 2015

JOGGING WITH LIESBETH FROM BELGIUM, TOMORROW AFTERNOON AT 04.00 PM

Hi, my friends dont forget we will jogging with Liesbeth from Belgium, tomorrow afternoon at 04.00 PM on the street, start from branch of the street radio station near Museum until to the top of hill and then straight to the Golkar street and to Laverna.

Please use the jogging pants, shirt and shoes,  prepared your money for buy snack and drink after we reach the top of the Hill.
Photo take from Liesbeth's Fb.

Thanks for your attention..:)
CU_tomorrow..:)

MY BIG EVENT





#‎Sekarang‬ kini tiba saatnya giliranProdi Bahasa Inggris, tak lama kemudian saya serahkan kartu panggilan dan disebutkan nama saya, dengan hati penuh syukur saya menerima ijazah dari Dekan dan menerima hikmat dari rektor untuk lebih menggunakan otak kanan secara produktif yang di lambangkan dengan pemindahan tali topi toga dari kiri ke sebelah kanan. Thanks Lord..:O)

RENUNGAN PAGI

Renungan Harian, Jumat 10 Juli 2015

By Filemon S. Hulu, S.Pd.

"Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala; sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" (Mat 10,16)
Jumat, 10 Juli 2015


Hari Biasa Pekan XIV


Kej. 46:1-7,28-30; Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mat. 10:16-23
"Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala; sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" (Mat 10,16)

Suatu saat, saya pernah menolak untuk dihubungi oleh seseorang yang setiap hari mengirim sms atau email yang sebenarnya tidak perlu sekaligus memintanya untuk tidak menghubungi saya lagi. Apalagi, saat saya harus belajar secara khusus untuk ujian. Sungguh sangat mengganggu. Namun, orang tersebut mengatakan, "Bukankah Tuhan datang untuk orang berdosa supaya bertobat, ... sebagai seorang gembala, rm. bukan hanya siap mendampingi domba2 yang baik, yang nakal juga ..." Ya benar! Tuhan datang untuk orang berdosa. Tujuannya supaya bertobat. Kalau orang tersebut tetap bebal dan tidak mau bertobat Yesus pun marah, mengecam dan bahkan mengeluarkan sabda celaka seperti yang Ia tujukan kepada penduduk Kirazim dan Betzaida, juga kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Ketika mereka bermaksud jahat dan mencelakainya, Yesus juga memilih pergi, menghindar dan menyingkir. Demikian juga, seorang imam memang diutus untuk menggembalakan kawanan domba Tuhan, dan dari sekian banyak domba itu mungkin ada juga yang nakal. Mereka pun harus digembalakan dan diajak untuk bertobat. Tapi kalau tetap saja nakal, bahkan menakali dan mengganggu si gembala, ya sebaiknya dihindari kan? Bukankah gembala harus dilindungi dan bisa melindungi diri dari orang-orang yang bernaksud jahat? Saya rasa, gangguan dan kenakalan-kenakalan dari satu dua domba ini merupakan salah satu bentuk konkret kata-kata Yesus ini: "Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala". Oleh karena itu, dibutuhkan kecerdikan seperti ular dan ketulusan seperti merpati. Untuk kata "cerdik", dalam bahasa Yunani, istilah yang dipakai adalah φρόνιμοι, yang arti lebih tepatnya adalah bijaksana, hati-hati, penuh pertimbangan (Igr: wise, sensible, thoughtful). Dalam konteks ini, Yesus menggunakan kebijaksanaan ular, apa maksud-Nya? Seekor ular, ketika tidak dapat melarikan diri dari jebakan musuhnya, ia sekurang-kurangnya akan mempertahankan agar kepalanya bebas dari bahaya dan kesakitan, kendati anggota tubuh lainnya harus terluka dan menderita. Bagi kita, "kepala" itu adalah Kristus, yang juga berarti iman kepada-Nya dan panggilan suci dari-Nya, sehingga harus dilindungi, dipertahankan dan dijauhkan dari segala bahaya yang mengancam.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat kebijaksanaan dalam berelasi dengan orang lain, terlebih terhadap mereka yang kadang berusaha menjebak dan membahayakan hidup kami, iman kami dan panggilan kami. Amin. -agawpr- http://renunganpagi.blogspot.com/

Kamis, 09 Juli 2015

HAPPY BIRTHDAY TO PASTOR JOHANNES M. HAMMERLLE, OFMCAP

Liebe Pastor Johannes M. Hammerlle, OFMCap.


Happy Birthday Pastor 74th Years Old
09 Juli 2015 - 09 Juli1941 = 74
I wish Pastor the very best and that your dream for Nias Island come true and that the world will always offer Pastor New dreams, experiencies, and paths. Never stop believing in you.
Thank you for the precious support to me special in my study..:)

With Love FILEMON S. HULU, S.Pd.